Saturday, 7 April 2012

Haruskah Bersentuhan Dalam Sholat Berjama'ah

*Oleh Muhammad Fajrin Mustafa


Kebiasaan baik yang selalu dilakukan imam sholat sebelum dilakukan sholat berjamaah adalah meminta kepada jama'ah sholat untuk merapat dan meluruskan barisan sholat untuk kesempurnaan shilat berjama'ah. Tetapi sering penulis temukan beberapa jama'ah yang yang seolah-olah tidak mendengar perkataan imam, padahal tugas jama'ah adalah mengikuti imam keculi untuk perbuatan yang dibenci Alloh Ta'ala karena tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan. Hal ini menarik, dalam realitas keserharian berkaitan dengan masalah ini sering terjadi kondisi yang unik ketika berusaha melestarikan sunnah, misalanya ketika seseorang (si Fulan A) berusaha untuk merapatkan dan meluruskan barisan dengan menyentuhkan kaki, betis dan bahu terhadap jama'ah lainnya (si fulan B) tetapi jama'ah tersebut menjauh dan berusaha untuk tidak tersentuh dengan jama'ah lainnya. hal ini aneh, apakah fulan B beranggapan bahwa pria disampingnya itu (fulan A) bukan mahromnya sehingga membatalkan wudhu jika bersentuhan atau fulan B belum tahu keutamaan merapatkan dan meluruskan barisan sholat. Bisa juga karena jama'ah tidak mengerti apa yang dikatakan imam sholat karena sering kali imam sholat hanya melafalkan perintah untuk merapatkan dan meluruskan barisan sholat dalam bahasa arab.

Anggapan pertama tentunya belum tepat untuk dijadikan alasan tidak melaksanakan sholat dalam sunnah, tetapi untuk anggapan kedua dan ketiga perlu untuk kita pertimbangkan karena pada dasarnya anggapan kedua dan ketiga berkaitan erat dengan pengetahuan kita dan itu akan kita bahas dalam kesempatan ini. Islam mengajarkan kita pada saat melaksanakan sholat berjama’ah untuk senantiasa meluruskan shaf dan menutup celahnya (merapatkannya). Hal tersebut berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha, dia bercerita : Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah dan Para Malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang menyambung barisan. Barang siapa menutupi kerenggangan (yang ada dalam barisan), niscaya dengannya Allah akan meninggikannya satu derajat.” (HR. Ibnu Majah,Ahmad, Ibnu Khuzaimah,Al-Hakim,  dinilai Shahih oleh Adz-Dzahabi dan al-Albani).

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah Shollallahu’alayhi wa Sallam bersabda : “Hendaklah kamu benar-benar meluruskan shafmu, atau (kalau tidak;maka) Allah akan jadikan perselisihan di antaramu.” (Muttafaq ‘alayhi, Bukhari No. 717 dan Muslim No.436) Hadits ini juga telah diriwayatkan oleh Abu Dawud No. 552 dan Ahmad (IV:276) dan dishahihkan oleh al Albani dalam ash Shahihah no.32 secara lengkap, setelah membawakan hadits di atas, maka Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu berkata : “Maka saya (Nu’man bin Basyir) melihat seorang laki-laki (dari para Shahabat) menempelkan bahunya ke bahu yang ada disampingnya, dan lututnya dengan lutut yang ada disampingnya serta mata kakinya dengan mata kaki yang ada disampingnya).” Pernyataan Nu’man bin Basyir ini juga telah disebutkan oleh Imam Bukhari didalam kitab Shahihnya (II:447-Fat-hul Bari). Diriwayatkan pula Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah Shollallahu  ’alayhi wa Sallam telah bersabda: “Luruskanlah shaf-shafmu! Sejajarkan antara bahumu (dengan bahu saudaranya yang berada disamping kanan dan kiri), isilah bagian yang masih renggang, berlaku lembutlah terhadap tangan saudaramu (yang hendak mengisi kekosongan atau kelonggaran shaf), dan janganlah kamu biarkan kekosongan yang ada di shaf untuk diisi oleh setan. Dan barangsiapa yang menyambung shaf, pastilah Allah akan menyambungnya, sebaliknya barangsiapa yang memutuskan shaf; pastilah Allah akan memutuskannya. (Shahih. Abu Dawud no:666, dan telah dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, al Hakim, Nawawi dan al Albani. Lihat : Fat-hul Bari (II:447) dan Shahihut Targhib Wat Tarbib no:492). Sehingga bengkoknya shaf akan mengakibatkan permusuhan dan pertentangan hati, kekurangan iman dan hilangnya kekhusyu’an. Sebagaimana lurusnya sebuah shaf termasuk (sebagian dari) kesempurnaan sholat, yang demikian itu diungkapkan  di dalam sabda Rasulullah shollallaahu ‘alayhi wa Sallam, “Karena lurusnya shaf itu sebagian dari kesempurnaan shalat.” (HR. Muslim).

Di dalam riwayat lain : “Karena lurusnya shaf itu sebagian dari baiknya sholat”(HR. Al-Bukhari & Muslim).
Ukhty, Para Shahabat Radhiallahu ‘anhum sangatlah memperhatikan masalah merapatkan dan meluruskan shaf ini. Diriwayatkan dari Umar bahwasanya ia menugasi beberapa orang laki-laki untuk merapikan shaf makmum, dan ia (Umar) tidak bertakbir untuk memulai sholatnya melainkan setelah dilaporkan oleh para petugasnya itu bahwa shaf telah rapi semua, begitulah juga diriwayatkan dari Ali dan ‘Utsman, bahwa keduanya dahulu biasa melakukan hal itu setiap sebelum memulai sholat, dan mereka berdua biasa berkata (sebelum memulai shalat); “Istawu (luruskan shafmu)” bahkan Ali berkata: “Wahai Fulan! Majulah,” (Dan berkata kepada yang lainnya:) ” Wahai fulan, mundurlah. (Lihat pula riwayat-riwayatnya di dalam kitab al Muwaththa’, Imam Malik : no. 234, 375, 376).

Mungkin masih banyak lagi hadits yang membahas bagaimana barisan dalam berjama'ah, tetapi dari hadis yang telah diuraiakan, ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil. Hikmah pertama dari merapatkan dan meluruskan barisan sholat berjama'ah adalah untuk menunjukkan bahwa dihadapan Alloh Ta'ala semua manusia itu memiliki derajat yang sama kecuali bagi hambanya yang mau melaksanakan apa yang diamanatkan dalam Al-Qur'an dan sunnah. Bagi hamba yang mau melaksanakan apa yang diamanatkan dalam Al-Qur'an dan sunnah Alloh Ta'ala menjanjikan kepada hamba-Nya untuk memberikan derajat yang lebih tinggi dari pada meraka yang tidak ta'at.

Hikmah yang kedua adalah tumbuhnya kebersamaa dalam jama'ah untuk mewujudkan persatuan ukhuwah islamiyah sehingga Islam menjadi kuat seperti keadaan pada masa para sahabat radiallohuanhumaajma'in. Dengan kuatnya ukhuwah makan akan terwujud kepedulian terhadap sesama, sehingga muncul sikap saling tolong menolong, saling mengharagai, saling menghormati, saling mengingatkan dalam kesabaran dan dalam ketaatan dan ini telah dicontohkan dalam persaudaraan muhajirin dan anshor yang rela membagi apa saja yang dimiliki untuk kesejahteraan orang lain.

Hikmah ketiga adalah Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wa Sallam mengajarkan kita bahwa menyempurnakan ibadah itu tidak hanya kewajiban individu, tetapi setiap orang berkewajian untuk memperbaiki ibadah orang lain dengan cara memberi pemahaman, pengertian dan arahan yang baik agar kesempurnaan dalam ibadah dapat diperoleh bersama dan menjadi pendudukan surga juga berjama'ah. Barakallohufikum, hanya Alloh Ta'ala Yang Memiliki semua kebenaran dan semoga kita diberikan kemampuan untuk menjadi ahli hikmah, ahli ilmu, ahli ibdah, ahli Qur'an dan ahli surga.

Thursday, 5 April 2012


Wednesday, 4 April 2012



Oleh Muhammad Fajrin Mustafa
daengmeraja@yahoo.com

Abstrak
Tantangan dan harapan yang muncul dari integrasi ilmu umum dan ilmu agama akan dibahas dalam makalah ini berdasarkan studi literatur dengan metode analisi deskriptif kualitatif. Tantangan dalam integrasi ilmu umum dan ilmu agama adalah kembali kepada Al-Quran menjadi umat terbaik dengan meintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama kedalam pribadi diri yang merupakn langkah awal yang harus dilakukan tentunya dengan semangat untuk selalu belajar dan mengajarkan sehingga masyarakat Islam dan umum dapat menimbulkan rasa butuh terhadap integrasi ilmu umum dan ilmu agama yang dikehendaki Allah Ta’ala. Harapan dalam integrasi ilmu umum dan ilmu agama adalah berupa penerimaan yang dilakukan seluruh umat baik itu muslim maupun non muslim. Penerimaan yang diperoleh melalui informasi dalam berbagai bentuk sehingga ilmu yang dikehendaki Allah Ta’ala diangga sebagai kebutuhan dan kepentingan sehingga memunculkan rasa ingin tahu sehingga terwujudlah integrasi ilmu umum dan ilmu agam yang dikehendaki Allah Ta’ala.
Kata Kunci: Ilmu Umum, Ilmu Agma

PENDAHULUAN
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjadi hidup semakin mudah bagi beberapa kalangan masyarakat karena dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi segala kegiatan menjadi lebin sederhana tetapi kesederhanaan ini menimbulkan krisis pada abad kemajuan. Krisis ini melahirkan pola hidup yang konsumtif dan individualis sebagai satu diantara dampak yang ada. Krisis-krisi ini dapat diatasi dengan integrasi antara ilmu dan agama seperti yang dikatakan Syahminan Zaini (1989: 57) bahwa “Kalau umat Islam dan orang Barat sudah sama-sama memegangi dan melaksanakan integrasi dan aplikasi ilmu menurut yang kehendak Allah itu barulah krisis-krisis yang melanda kehidupan mereka dapat mereka atasi.” Pendapat ini diperkuat oleh Soedajatmoko (dalam Syahminan Zaini 1989: 57)  yang menyatakan bahwa “…manusia baru akan mencapai kesejahteraan apabila ia sudah mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan ajaran agama didalam segala pemikirannya dan tidankannya.” Integrasi ilmu agama dan ilmu umum merupakan solusi dari pandangan yang ekstrim dari ilmuan tentang tidak dipisahkannya ilmu agama dan ilmu umum yang terjadi beberapa ratus tahun yang lalu tetapi solusi integrasi ini masih meninggalkan masalah berupa harapan dan tantangan. Sebagai respon terhadap integrasi antara ilmu dan agama, penulis akan membahas harapan dan tantangan yang muncul dari adanya integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum sebagai masalah yang dibahas dalam makalah ini karena masih terdapat beberapa golongan yang berlum bisa menerima integrasi ilmu umum dan ilmu agama sebagai sebuah kesatuan yang bersifat aplikasi. Mengetahui harapan dan tantangan yang harus dihadapi dari integrasi ilmu umum dan ilmu agama akan membuat kita sebagai manusia yang berilmu dan beragama dapat mempersipakan diri dalam mewujudkan harapan yan gada dari integrasi ilmu tersebut dan dapat mempersiapkan diri dalam mencari solusi dari tantangan yang muncul dari integrasi tersebut.  Perbedaan cara pandang akan membuat pembahasan dalam setiap permasalahan meluas, sebagai upaya untuk membatasi bahasan masalah maka yang dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut: Apa tantangan yang muncul dari integrasi ilmu dan agama?, Apa yang diharapkan dari integrasi ilmu umum dan agama?.

METODE
Makalah ini akan dibahas secara deskrip kualitatib berdasarkan studi pustaka.

KAJIAN PUSTAKAN
Integrasi merupakan usaha untuk  menjadikan dua atau lebih hal menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ilmu dalam bahasa indonesia merupakan terjemahan dari bahasa Inggris science yang berarti mengetahui dan belajar, maka ilmu dapat berarti usaha untuk mengetahui atau mempelajari sesuatu yang bersifat empiris dan melalui suatu cara tertentu. Menurut J.J. Davies (A. F. Chalmers, 1983:1) “Ilmu adalah suatu struktur yang dibangun di atas fakta-fakta.” Mulyadi Kartanegara (2005:44-50) memberikan gambaran bahwa ilmu umum berkaitan dengan ilmu sekuler yang berorientasi pada rasionalitas. Ibnu Khaldun (Mulyadi Kartanegara, 2005:44-50) menjelaskan bahwa ilmu umum adalah ilmu yang berisi pengetahuan teoritis tentang sesuatu seperti filsafat (metafisika), matematika, fisika beserta pembagiannya. Agama memiliki banyak sekali definisi, hal ini dikarenakan sifatnya yang subjektif sehingga definisinya pun beragam sesuai dengan pemikiran orang yang mendefinisikan tersebut (Endang Saefudin Anshari dalam Mohamad Solikin, 2008:7). Pada makalah ini, agama yang dimaksud adalah agama Islam, yakni agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang berlandaskan kitab suci al-Qur‘an. Jadi yang dimaksud dengan integrasi ilmu umum dan ilmu agama  pada penelitian ini adalah upaya untuk menyatukan antara ilmu umum dan ilmu agama Islam agar tidak terpisahkan satu sama lainnya. Berkaitan dengan tantangan dan harapan dari adanya integritas antara ilmu umum dan ilmu agama Syahminan Zaini (1989: 55) memaparkan kewajiban yang harus dilakukan umat islam adalah mewajibkan diri mereka berilmu sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan hal ini akan menyebabkan mereka harus merombak sistematika ajaran islam yang sedang mereka pegangi dan sistem pendidikan yang mereka laksanakan sekarang ini. Sebab keduanya itu saling berkaitan dan apa yang mereka pegangi serta laksanakan tentang keduanya itu sekarang ini belum lagi sesuai dengan kehendak Allah. Setelah kedua hal tersebut mereka laksanakan, mereka juda harus menginformasikan dan mempengaruhi orang barat dengan integrasi dan aplikasi ilmu yang menurut kehendak Allah itu, sehingga orang barat mau pula merombak sistematika ilmu dan sistem pendidikan mereka sesuai dengan integrasi dan aplikasi ilmu yang dikehendaki Allah tersebut. Pembahasan yang berkaitan dengan tantangan dalam makalah ini berkaitan dengan pemaparan Syahminan Zaini (1989: 55) pada urutan pertama dan pembahasan yang berkaitan dengan harapan dalam makalah ini didasarkan pada pemaparan Syahminan Zaini (1989: 55) pada urutan kedua.

PEMBAHASAN
Umat Islam harus sadar posisi Islam sebagai umat terbaik mempunyai tanggung jawab agar semua bidang merasakan kebaikan dengan keberadaannya seperti Firman Allah Ta’ala dalam surah Ali-Imraan ayat 110 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Dalam surah ini ada tiga tugas yang harus dilakukan oleh umat Islam, pertama, perintah untuk menyuruh kepada yang ma’ruf. Kedua, perintah untuk mencegah kemungkaran. Ketiga, perintah beriman kepada Allah Ta’ala. Berkaitan dengan integrasi ilmu umum dan ilmu agama, sudah seharusnyalah kita sebagai umat islam mengajak kepada yang ma’ruf dalam bentuk integrasi ilmu umum dan ilmu agama, berikut ini tantangan dan harapan dari adanya integrasi berdasarkan Syahminan Zaini (1989: 55) :
Tantangan Dari Integrasi Ilmu Umum dan Ilmu Agama
Tantangan yang harus dihadapi umat Islam yang pertama berkaitan dengan ilmu. Agama Islam menempatkan ilmu dan ilmuwan dalam kedudukan yang tinggi dan sejajar dengan orang-orang beriman dan ini diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam surah Al-mujaadilah: 11 “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…”
Integrasi Ilmu umum dan Ilmu Agama menantang umat Islam sebagai media terwujudnya integrasi dan itu dapat terwujud jika umat Islam memiliki ilmu sehingga segala sesuatu yang dilakukan tidak hanya berdasarkan emosi. Allah Ta’ala telah memberikan contoh bagaiman tahapan ketika Nabi Muhammad Shollallahua’alaihiwasallam ditugaskan sebagai utusan Allah Ta’ala. Hal pertama yang dilakukan Alloh Ta’ala adalah mengajarkan ilmu kepada Nabi Muhammad Shollallahua’alaihiwasallam melalui perantara malaikat Jibril As yang dengan ayat Al-quran pertama yang diturunkan yaitu Qs Al-‘alaq, 1-5 “Bacalah dengan (menyebut) Nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. Rasullullah Shollallahua’alaihiwasallam diperintahkan untuk Iqra secara berulang oleh malaikat Jibril As dan para mufassir manfsirkan Iqra sebagai perintah untuk menuntut ilmu dan harus dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus. Perintah menuntut ilmu terdapat dalam hadist Nabi Muhammad saw :  "Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan".(HR. Abdulbari dalam Moh.Rifai, 2010)
Rasullullah Shollallahua’alaihiwasallam adalah agen perubahan dan Allah Ta’ala mentakdirkan beliau Shollallahua’alaihiwasallam untuk memiliki ilmu sebagai panduan dari tugas beliau sebagai utusan Allah Ta’ala dan beliau pun mewajibka kita sebagai umat islam untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu merupakah bentuk ibadah yang bernilai seperti yang dikatakan   Rasullullah Shollallahua’alaihiwasallam (Moh.Rifai, 2010) "Sungguh sekiranya engkau melangkahkan kakinya di waktu pagi (maupun petang), kemudian mempelajari satu ayat dari Kitab Allah (Al-Quran), maka pahalanya lebih baik daripada ibadah satu tahun". Dalam hadist lain dinyatakan : "Barang siapa yang pergi untuk menuntut ilmu, maka dia telah termasuk golongan sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia sampai pulang kembali". Ilmu menjadi penting dalam ibadah karena amal ibadah yang tidak dilandasi dengan ilmu yang berhubungan dengan itu, akan sia-sialah amalnya. Syaikh Ibnu Ruslan (Moh.Rifai, 2010) dalam hal ini menyatakan : "Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadat) tanpa ilmu, maka segala amalnya akan ditolak, yakni tidak diterima".  Ketika seseorang telah berilmu maka dia mendapatkan satu tugas yang berkaitan dengan ilmu yaitu mengajarkan apa yang diilmuinya seperti hadits Rasullullah Shollallahua’alaihiwasallam "Barang siapa ditanya tentang sesuatu ilmu, kemudian menyembunyikan (tidak mau memberikan jawabannya), maka Allah akan mengekangkan (mulutnya), kelak dihari kiamat dengan kekangan ( kendali) dari api neraka".(HR Ahmad dalam Moh.Rifai, 2010). Penjelasan tentang tugas seorang yang berilmu adalah tidak menyembunyikan dan harus mengajarkan, yaitu mengajarkan diri sendiri, mengajarkan keluarga, mengajarkan masyarakat, mengajarkan umat terutama tentang pentingnya agama dalam keseharian.  Tidak semua orang yang berilmu bisa menjawab tantangan integrasi ilmu umum dan ilmu agama karena pada saat sekarang ini banyak sekali orang yang berilmu tetapi tidak yakin dengan ilmu yang dimiliki dan dia hanya sekedar tahu, ada juga orang berilmu yang hanya yakin dan membagikan keyakinanya yakni ilmu yang dimiliki tanpa diamalkan. Untuk bisa menjawab tantangan integrasi ilmu umum dan ilmu agama maka mulailah dari yang kecil dengan amalan dari ilmu yang dipahami dan penuh keikhlasan beribadah kepada Allah Ta’ala yang dapat dimulai dari sendiri, keluarga, dan masyarakat. Tantangan kedua yang harus dihadapi umat Islam berkaitan dengan pendidikan yaitu lembaga pendidikan formal. Dewasa ini terlihat perbedaan dari prioritas keilmuan yang dikembangkan dalam sistem pendidikan Indonesia, perbedaan ini terlihat pada lembaga pendidikan yang berbasis ilmu keagamaan dan lembaga pendidikan berbasis ilmu umum. Tantangan yang harus diatasi berkaitan dengan integrasi ilmu umum dan ilmu agama adalah  dengan merombak sistematika ajaran Islam dan sistem pendidikan  yang dilaksanakan sekarang dengan pengembangan ilmu keislaman yang multidisipliner-integrative (Nur Syam :2012) dan pengembangan ilmu umum yang berbasis Pendidikan karakter (KEMENDIKNAS, 2010). Pengembangan ilmu keislaman yang multidisipliner-integrative dan pengembangan ilmu umum yang berbasis Pendidikan karakter bisa mengatasi tantangan integrasi ilmu umum dan ilmu agama dengan berkaitan dengan sistem pendidikan. Dengan sistem pendidikan seperti ini maka akan menghasilkan output pendidikan yang sesuai dengan tujuan  dari Pendidikan nasional. “Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, sehat, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. (Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3)

Harapan Dari Integrasi Ilmu Umum dan Ilmu Agama
Keberadaan integrasi ilmu umum dan ilmu agama menjanjika sebuah harapan berupa integrasi ilmu dan aplikasi ilmu menurut kehendak Allah Ta’ala oleh seluruh manusia. Ilmu yang terintegrasi dan sistem pendidikan yang terintegrasi akan melahirkan manusia yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual. Keadaan umat yang seperti ini akan mempermudah penerimaan integrasi ilmu umum dan ilmu agama menurut kehendak Allah Ta’ala melalui informasi yang nanti akan mempengaruhi pola pikir dan sikap dari orang-orang yang belum dan tidak tahu bagaimana seharusnya integrasi ilmu umum dan ilmu agama. Sikap yang ditunjukkan umat islam yang terdidik dan berilmu dengan benar akan memberikan informasi kepada orang lain mengenai ilmu yang dikehendaki Allah Ta’ala sehingga tertarik untuk tahu dan memahami integrasi ilmu umum dan ilmu agama yang  dikehendaki Allah Ta’ala. Pengetahuan kompleks yang dimiliki ini juga akan menimbulkan berbagai penemuan yang menunjukkan kebenaran Islam sebagai agama.

KESIMPULAN
Tantangan dan harapan yang muncul dari integrasi ilmu umum dan ilmu agama yang dikehendaki Allah Ta’ala diserahkan kepada umat Islam sebagai umat terbaik yang mengajak kepada yang ma’ruf dan mengajak menghindari berbagai kemungkaran. Pribadi muslim yang terbentuk dengan pendidikan yang baik dan sesuai dengan kehendak Allah Ta’ala merupakan peran yang harus dimainkan oleh umat islam dalam mewujudkan integrasi ilmu umum dan ilmu agama yang dikehendaki Allah Ta’ala. Tantangan dalam integrasi ilmu umum dan ilmu agama adalah kembali kepada Al-Quran menjadi umat terbaik dengan meintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama kedalam pribadi diri yang merupakn langkah awal yang harus dilakukan tentunya dengan semangat untuk selalu belajar dan mengajarkan sehingga masyarakat Islam dan umum dapat menimbulkan rasa butuh terhadap integrasi ilmu umum dan ilmu agama yang dikehendaki Allah Ta’ala. Harapan dalam integrasi ilmu umum dan ilmu agama adalah berupa penerimaan yang dilakukan seluruh umat baik itu muslim maupun non muslim. Penerimaan yang diperoleh melalui informasi dalam berbagai bentuk sehingga ilmu yang dikehendaki Allah Ta’ala diangga sebagai kebutuhan dan kepentingan sehingga memunculkan rasa ingin tahu sehingga terwujudlah integrasi ilmu umum dan ilmu agam yang dikehendaki Allah Ta’ala.

DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur'an

A.F. Chalmers. (1983). Apa Itu Yang Dinamakan Ilmu (penterjemah Joesouf Isak). Jakarta. Hasta Mitra

Kemendiknas. (2010). Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa. Jakarta. Kemendiknas

Moh. Rifai. (2010). Menuntu Ilmu Dalam Islam [online]. Tersedia http://kitakanfren.blogspot.com/2010/04/menuntut-ilmu-dalam-pandangan-islam.html [31 Desember 2011]

Mohamad Solikin. (2008). Integrasi Ilmu Dan Agama Menurut Isma’il Raji al-Faruqi Dan Kuntowijoyo (Studi Perbandingan) [skripsi]. Fakultas Agama Islam UMS

Mulyadhi Kartanegara. (2005). Integrasi Ilmu Sebuah Rekontruksi Holistik. Jakarta. Arasy Mizan

Nur Syam, (2011). Menegaskan Integrasi Ilmu Agama Dan Umum [online]. Tersedia. http://nursyam.sunan-ampel.ac.id/?p=2638 [31 Desember 2011]

Sayyid Qutb. (2011). Tafsir Zhilal Qur’an [online]. Tersedia. http://www.eramuslim.com/syariah/tafsir-zhilal/kriteria-umat-terbaik-2.htm. [31 Desember 2011]

Syahminan Zaini. (1989). Integrasi Ilmu dan Aplikasinya Menurut Al-Qur’an. Jakarta. Kalam Mulia




Tuesday, 3 April 2012


Jabat Tangan Sang Profesor
Oleh:
Muhammad Fajrin Musthafa


Terlihat dari kejauhan seseorang yang berjalan di selasar kampus melewati setiap ruang kelas perkuliahan dengan kesederhaan. Beliau berjalan dengan penuh keramahan terhadap setiap orang yang dilewatinya. Kulihat setiap kepala tertunduk hormat ketika berpapasan dengannya. Hatiku pun mulai berkata-kata -siapakah orang yang karismatik ini- beberapa deretan namapun mulai terpikir olehku dan satu nama sudah kupilih ketika orang tersebut mendekat dan berjalan kearahku."Tepat" kataku dalam hati, ternyata dia adalah Prof. Jayanti Oktariani, M.Si, M.Pd, Phd  beliau adalah direktur program pascasarjana tempatku kuliah saat ini. Selain sebagai Guru Besar, beliau adalah pembimbingku dalam menyelesaikan tesis, jadi kami sudah saling mengenal. Ketika Prof. Yanti -sapaan akrabnya- akan melewatiku, akupun sudah bersiap-siap untuk menyapanya dengan sapaan hangatku tetapi saat aku akan menyapanya Prof. Yanti mendahuluiku dengan uluran jabat tangan dengan sedikit membungkukkan badan yang diiringi dengan salam. "Selamat siang Bu Indri" sapanya tehdapku, "selamat siang Prof" jawabku,  sambil tangan kirinya mengusap-usap bahuku. Dengan keramahannya Prof. Yanti menanyakan kabarku "Apa kabar Bu Indri", " Baik. Prof bagaimana kabarnya? mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat ya Prof" balasku "Terimakasih, maaf Bu Indri saya duluan ya, sampai ketemu di kelas" Beliaupun berlalu berjalan menuju ruangannya.
Pertama kali aku bertemu Prof. Yanti, aku takjub sekali dan merasa bangga dengan kerhormatan, kesederhanaan dan keramahannya terhadapku. Tak terpikir sedikitpun olehku - Seorang yang terhormat dan berkedudukan seperti beliau mau melakukan hal yang luar biasa seperti itu padaku- bukannya ge er ya, aku merasakan perlakuan Prof. Yanti terhadapku adalah perlakuan khusus. Sepanjang penglihatanku, belum pernah aku melihat Prof. Yanti memperlakukan mahasiswanya sebagaimana beliau memperlakukan aku. Akupun mulai berpikir untuk menerka-nerka faktor penyebab perlakuan khusus beliau terhadapku -mungkin Prof. Yanti kasihan terhadapku karena dia tahu bahwa di kota ini aku hanya sebatang kara tanpa sanak saudara dan jauh dari orang tua -pikirku-  atau perlakuan ini merupakan bentuk apresiasi beliau terhadap semangat dan kerja kerasku dalam menyelesaikan studiku. Untuk memuaskan rasa penasaranku, akupun mulai berpikir bahwa yang Prof. Yanti lakukan terhadapku merupakan sikap yang selalu ditunjukkannya terhadap orang lain, karena memang seperti itulah beliau.
Waktupun berlalu sehingga aku mampu menyelesaikan studiku pada program Magister Manajemen SDM Pendidikan dengan mendapatkan predikat sebagai mahasiswa termuda dengan nilai terbaik pada tahun ini. Selama hampir dua tahun aku terus mendapatkan perlakuan yang luar biasa dari Prof. Yanti dan rasa penasaranku tentang faktor yang menyebabkan Prof.Yanti begitu baik padaku belum terjawabkan. Sikap dan sifat Prof. Yanti membuat aku teringat akan Papa. Papa adalah sumber inspirasiku yang mampu memberikan motivasi kepadaku melalui usaha-usaha yang dilakukannya agar anaknya sukses. Rangkaian-rangkaian kata yang keluar dari mulut Papa adalah nasehat untukku. Setiap saat Papa bersedia mendengarkan cerita-ceritaku dan cerita tentang Prof. Yanti merupakan salah satu cerita yang pasti akan kusampaikan pada Papa.
Dalam waktu senggangku kuobati rasa rinduku dengan mendengar suara Papa, kamipun saling bercerita melalui  telpon genggam. Papa menceritakan kesibukannya sekarang, bercerita tentang Mama, dan bercerita tentang dua orang adikku. Disela-sela pembicaraan kami, akupun teringat akan Prof. Yanti, kuceritakan kisah Prof. Yanti dari A sampai Z dan Papapun dengan senang dan antusiasnya mendengar ceritaku. Beliaupun berkata "Prof mu itu orang yang luar biasa neng -neng adalah panggilan manjaku- banyak-banyaklah belajar dari orang seperti beliau", "Pasti Pa jawabku" jawabku dengan patuh. Akupun teringat akan rasa penasaranku selama ini tentang Prof. Yanti, sehingga akupun menanyakannya "Pa..." panggil ku melalui telpon genggamku, "menurut Papa, apa yang menyebabkan Prof. Yanti memperlakukan Neng seperti itu? apakah menurut Papa itu hal yang biasa" tanyaku. Dengan penuh nilai pembelajaran dan kata bijak Papa pun menjawab "Neng...Prof mu itu sedang memberikan pembelajaran padamu, pembelajaran tentang bagaimana kita bersikap dalam menjalani kehidupan. Dalam sikap-sikapnya selama ini padamu terdapat sebuah pesan yang harus Neng pelajari dan Neng lakukan". "apa pesannya Pa?" desakku."Jika kamu nanti menjadi orang besar dengan kedudukan dan jabatan yang tinggi tunjukkan lah ketinggian jabatan dan kedudukan mu itu dengan kerendahan hati, kesederhanaan, keramahan terhadap orang lain.”
Sejenak aku terdiam ketika kata-kata itu terucap dari mulut Papa, untaian kata-kata itu seolah-olah  menampar wajahku yang sombong ini, hatiku terasa tertusuk-tusuk. Akupun tertunduk meneteskan air mata teringat akan keangkuhanku selama ini, teringat akan rasa banggaku terhadap gelar dan prestasi yang kudapat selama ini padahal aku belum melakukan sesuatu yang berarti ataupun berguna dengan gelar dan prestasi itu, teringat akan keangkuhanku selama ini yang dengan menganggap diri ini lebih pintar dari siapapun bahkan orang tuaku sendiri padahal kecerdasan merekalah yang membuatku bisa seperti sekarang ini, teringat akan ketingian hatiku yang menganggap bahwa aku melebihi siapapun padahal ada Zat Yang Maha Tinggi yang senantiasa memberikan kemudahan padaku dalam segala urusanku dan sikap  tinggi hatiku membuatku lupa besyukur kepada Ilahirabbi. Sejak saat itu akupun mulai menata hati dan pikiran untuk bisa menjadi lebih baik dengan memberikan banyak manfaat bagi orang lain. Akupun mulai membiasakan diriku dengan kesederhanaan, keramahan, dan kerendahan hati yang dislimuti lapisan nilai-nilai spiritual yang akan menjaga setiap tindak-tandukku.

Monday, 2 April 2012


Kiat Jitu Mahasiswa Sukses
Oleh
*Muhammad Fajrin Musthafa

Pengangguran dengan gelar sarjana merupakan satu di antara keunikan yang ada di Indonesia dan bukan suatu hal yang bisa dijadikan kebanggaan. Kenyataan ini tidak lagi menjadi hal yang luar biasa akan tetapi ini hanya hal yang biasa karena jumlah sarjana yang gagal semakin meningkat seiring bertambahnya waktu. Bukan hal yang mengherankan apabila mahasiswa dicemaskan dengan keadaan masa depan yang belum bisa dipastikan, hampir setiap mahasiswa bingung saat ditanya tentang rencana masa depannya saat selesai kuliah. Fenomena ini akan menjadi bom waktu yang dapat mengahancurkan bangsa ini apabila terus terjadi tanpa sebuah solusi, permasalahan yang timbul dari mahasiswa karena kurang matangnya perencanaan dan persiapan.
Perencanaan merupakan pola kegiatan yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu sekarang dan akan datang untuk mencapai suatu tujuan. Perencanaan menjadi penting karena hal ini merupakan langkah-langkah dan pedoman yang dapat dilaksanakan untuk menuju keadaan yang diinginkan. Perencanaan terbagi menjadi dua bagian yaitu rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang. Pada masa awal perkuliahan seorang mahasiswa yang siap dengan aktifitas kemahasiswaan yang padat, harus memiliki rencana jangka pendek dan jangka panjang mengenai kehidupan yang akan datang karena setiap keberhasilan dan kesuksesan perlu diiringi sebuah proses.
Rencana jangka pendek yang mungkin menjadi pilihan misalnya; pertama, menyusun rencana untuk mata kuliah yang akan diambil dalam setiap semester (rencana studi), hal ini penting sebagai rencana awal dalam perkuliahan. Rencana studi yang dipilih akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari, untuk mahasiswa yang waktu-waktu sibuknya diisi dengan kuliah dapat mengambil semua mata kuliah yang ditawarkan dalam satu semester sedangkan mahasiswa yang waktu-waktu sibuknya diisi dengan kegiatan selain kuliah, misalnya bekerja dan kegiatan lainnya maka mata kuliah yang dipilih untuk diambil dalam waktu satu semester harus disesuaikan dengan waktu-waktu untuk bekerja agar waktu kuliah dan bekerja tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Kedua, rencanakan target maksimal untuk nilai keseluruhan yang akan diperoleh dalam waktu satu semester (Indeks Prestasi Semester). Rencana IPS (Indeks Prestasi Semester) ini dapat dijadikan motivasi dalam perkuliahan. Dengan target yang tinggi untuk IPS dapat membuat mahasiswa menjalankan perkuliahan dengan keseriusan. Kebiasaan untuk serius dalam menjalani kuliah akan membuat mahasiswa terbiasa dan setiap tingkatan dalam perkuliahan akan membuat tingkat kesulitan yang didapat akan lebih tinggi. Selain memperoleh motivasi, perolehan IPS yang tinggi pada periode awal akan mempengaruhi nilai yang diperoleh pada periode selanjutnya  karena apabila IPS yang diperoleh itu rendah maka dalam waktu selanjutnya kesulitan untuk meningkatkan IPS akan terasa. Ketiga, rencanakan untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri seperti; mengikuti pelatihan, mengikuti kegiatan organisasi kampus, dan kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dan membuat kepribadian kita  menjadi lebih baik. Rencana ini dimasukan ke dalam rencana jangka pendek karena kegiatan ini tidak akan diperoleh dalam perkuliahan umum dan ini akan tergantung kepada minat yang ada pada diri mahasiswa. Tiga rencana tersebut merupakan sebagian kecil dari berbagai rencana yang ada.
Rencana jangka pendek saja tidak cukup untuk mencapai keberhasilan diperlukan rencana jangka panjang untuk melengkapinya. Dalam menyusun rencana jangka panjang kita dapat menggunakan periode waktu tertentu misalnya, Repelita (rencana perkuliahan lima tahun) dan dapat dilanjutkan dengan Repelita jilid ke-2, ke-3, dan seterusnya.
Rencana jangka panjang merupakan bagian dari diri kita, yaitu cita-cita, angan-angan, mimpi, obsesi, dan harapan yang akan kita wujudkan menjadi kenyataan. Berkaitan dengan masa perkuliahan dan setelah perkuliahan kita dapat memasukkan dua hal ke dalam rencana jangka panjang kita yaitu; Pertama  menentukan target tahun kelulusan. Sebuah kalimat bijak yang memotivasi menjelaskan tentang lima filosofi hidup yaitu, memanfaatkan waktu luang sebelum datang waktu sibuk, memanfaatkan kaya sebelum datang kemiskinan, memanfaatkan waktu sehat sebelum datang waktu sakit, masa muda sebelum datang masa tua, memanfaatkan waktu kita sebelum datangnya akhir hidup. Dalam kalimat bijak tersebut tersimpan pesan untuk memanfaatkan secara maksimal apa yang ada pada diri kita tetapi untuk membuat perencanaan jangka panjang kita harus menentukan target minimal. Kita harus menentukan berapa lama kita harus menyelesaikan perkuliahan sehingga perkuliahan dapat kita jalani dengan serius. Kedua merencanakan usaha masa depan. Usaha masa depan yang direncanakan harus ditetapkan dan mulai dilaksanakan pada masa awal perkuliahan sehingga pada saat lulus dari perguruan tinggi kita tidak menjadi orang yang mencari pekerjaan tapi kita mampu menajadi orang yang menciptakan lapangan pekerjaan dan sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain.
Setelah menetapakan perencanaan dalam perkuliahan kita juga harus membuat persiapan dalam perkuliahan. Persiapan ini akan mempengaruhi proses perkuliahan diwaktu yang akan datang karena kesiapan yang dimaksud akan membentuk kepribadian dan kebiasaan yang baik. Persiapan yang pertama adalah persiapan dalam menjalin hubungan. Sebuah hubungan yang intim tidak akan terjadi begitu saja, diperlukan pengenelan, pendekatan, pertemanan, dan pada akhirnya tercipta hubungan baik. Hubungan yang baik seseorang dengan orang yang lain akan membawa banyak manfaat dalam keseharian karena dalam hubungan baik akan tercipta kesetiaan, kepedulian, dan kebersamaan. Dalam lingkungan kampus ada empat hubungan baik yang harus kita ciptakan yaitu; hubungan baik dengan teman baru, hubungan baik dengan senior, hubungan baik dengan karyawan kampus, dan hubungan baik dengan dosen. Kita dapat memulai hubungan baik ini dengan menampilkan pribadi menyenangkan kepada setiap orang yang dilakukan dengan memulai tegur, sapa, dan salam terlebih dahulu karena sikap orang terhadap kita ibarat cermin yang memantulkan objek yang ada didepannya, bagaimana sikap kita terhadap orang lain, begitu juga yang akan kita dapatkan terhadap diri kita.
Persiapan yang kedua adalah perisapan dalam belajar mandiri. Belajar merupakan kegiatan yang tidak ada akhirnya karena setiap manusia harus memenuhi kebutuhan intelektualnya secara terus menerus yang dimulai dari sejak lahir hingga akhir hidup. Untuk menunjang proses belajar diperlukan kebiasaan belajar yang terdiri dari pengaturan waktu belajar, cara belajar, dan kedisiplinan belajar. Pengaturan waktu belajar mandiri berisikan rangkaian kegiatan belajar kita sehari-hari yang disesuaikan dengan berbagai aktifitas di luar belajar. Pengaturan waktu belajar mandiri dapat kita lakukan dengan menentukan waktu tertentu yang kita gunakan untuk belajar, misalnya; belajar pada waktu sore hari, malam hari, atau pagi hari. Mengenai lama waktu belajar tergantung kepada daya tahan kita, belajar terlalu lama menimbulkan kebosanan pada diri kita namun dapat kita siasati dengan satu waktu belajar itu dengan beberapa periode waktu tertentu, misalnya ketetapan waktu belajar yang kita buat dalam satu hari adalah 90 menit, untuk menghindari kebosanan kita dapat membagi waktu 90 menit itu ke dalam tiga periode, jadi setelah 30 menit kegiatan belajar kita harus selingi sekitar 15 menit dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menjauhkan kita dari rasa bosan kemudian kita lanjutkan kembali dengan periode belajar berikutnya dan seterusnya dan hindari belajar dengan SKS (sistem  kebut semalam).
Cara belajar merupakan bagian yang mempengaruhi kegiatan belajar, rasa bosan yang datang disaat kita belajar dapat juga diatasi dengan  membuat perubahan yang baik pada cara belajar kita. Kita dapat melakukannya sambil mendengarkan musik yang kita senangi, sambil makan, dan disuasana yang terhidar dari volusi suara. Selain itu kita juga dapat belajar secara mandiri atau berkelompok, hanya yang perlu dilakukan adalah tetap fokus. Pada dasarnya cara belajar yang dimiliki seseorang tergantung pada karaktersitik individunya.
Bagian mendasar dalam membentuk kebiasaan belajar adalah kedisiplinan, sebaik apapun pengaturan waktu belajar kita dan senyaman apapun cara belajar kita hal itu tidak akan dapat terlaksana apabila tidak diiringi dengan kedisiplinan dalam belajar. Kita wajib membuat perencanaan dan pengaturan waktu belajar, tetapi kita tidak boleh membuat perencanaan untuk melanggar apa yang telah kita buat.
Predikat sebagai kaum intelektual yang diberikan kepada mahasiswa harus ditunjukkan oleh mahasiswa dengan membentuk kepribadian yang positif terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Mahasiswa harus bisa meraih kesuksesan dengan mengawali perjuangannya dengan perencanaan dan persiapan yang matang, sehingga terjadi control di dalama keseharian. Kesuksesan merupakan mimpi sekarang yang akan diwujudkan dalam waktu yang akan datang dan usaha yang terpenting adalah sanggup merubah berbagai mimpi, angan-angan, harapan, perencanaan, dan persiapan menjadi sebuah langkah pasti yang dimulai dari sekarang tanpa ada penundaan.




















Sunday, 1 April 2012



Oleh Muhammad Fajrin Mustafa
BAB I
PENDAHULUAN

Modernitas dan perkembangan zaman telah menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih dengan berbagai dampak positif sekaligus negatif. Nilai positif dapat terlihat apa yang dianggap gaib dan tidak mungkin di masa silam menjadi nyata dan fakta dimasa kini. Sedangkan ekses negativnya terlihat ketika ilmu  pengetahuan dan teknologi diper-tuhan-kan.

Thursday, 1 March 2012

 
Ini dia Kebiasaan Orang Sukses

Banyak orang ingin sukses. Tapi bingung bagaimana mewujudkan dan juga apa yang harus dilakukan. Cara paling mudah tentunya adalah mengikuti persis apa yang mereka lakukan sebagai kebiasaan.

Kesuksesan adalah obsesi setiap insan di dunia ini. Dan apapun akan dilakukan untuk meraih sukses ini. Mungkin banyak yang masih bingung, bagaimana sih mencapai sukses itu ? Apakah harus selalu bekerja keras, pantang menyerah dan tidak mengenal lelah ?

Menurut David C. Clelland, seorang profesor di Amerika yang mendalami perjalanan orang-orang sukses, orang yang sukses adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti mencoba, sekalipun awalnya mereka harus menemui kegagalan. Untuk lebih jelasnya, coba ikuti apa saja yang dilakukan oleh orang-orang sukses berikut ini. Siapa tahu anda bisa sukses seperti mereka.

- Orang sukses selalu percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia dengan niat ibadah.
Mereka memandang sebuah dunia yang besar ini dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai ketrampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa ketrampilan ini memberi nilai lebih kepada ketrampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

- Orang sukses mau mengambil resiko dan berusaha mengatasinya.
Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang. Serta gesit mencoba sesuatu yang baru untuk mengikuti perkembangan zaman, sepanjang jalan yang dilewati positip.

- Orang sukses mampu menikmati apa yang mereka kerjakan.
Mereka selalu melihat pekerjaan sebagai HOBY atau KESENANGAN. Mereka juga memilih pekerjaan yang dapat melecut semangat juang mereka. Karena orang sukses menyukai tantangan. Mereka sangat menikmati proses pencapaian kesuksesan mereka, dimanapun mereka berada.

- Orang sukses adalah orang yang tak pernah berhenti belajar.
Mereka sangat menyadari bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah berakhir sekalipun kehidupan nyaris berakhir. Ilmu pengetahuan bisa didapat dari buku?buku pengetahuan, surat kabar, majalah, televisi, internet dan lainnya. Jangan khawatir, di jaman teknologi dewasa ini anda tidak akan kekurangan media untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Ingat, dengan pengetahuan yang cukup, anda akan semakin percaya diri dan leluasa melangkah di dunia kerja.

- Orang sukses selalu berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan.
Mereka mampu menyemangati diri sendiri untuk berhasil meraih sukses. Karena umumnya orang sukses punya cara tersendiri untuk memotivasi diri hingga mereka dapat terus berkarya. Hebatnya, mereka pun mampu menyemangati orang lain untuk mencapai sukses yang diinginkan.

-Orang sukses tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja.
Mereka memiliki semangat yang membara dan kekuatan yang penuh untuk mencapai kesuksesan. Mereka pandai memfaatkan waktu dengan baik dalam kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.

Nah apakah anda juga ingin sukses? Kalau anda ingin sukses coba saja mengikuti apa yang sering dilakukan oleh mereka yang sukses. Hasil urusan belakang yang penting sudah berusaha berdo'a dan berihtiar nikmati aja prosesnya. Siapa tahu, sukses itu jadi milik anda.

Wednesday, 8 February 2012

Dengan 5 Hal Ini, Kau Akan Berbahagia Bersamaku, Istriku.......


        Suami Anda mungkin tidak pernah berkata-kata secara terbuka dan apa adanya kepada Anda. Setiap Anda bertanya kepadanya ia selalu menjawab dengan mendahulukan perasaannya. Akibatnya, Anda tidak bisa puas dengan jawabannya yang memang sangat sedikit.Bila ini terjadi pada suami Anda, maka Anda harus tahu bahwa memang tidak semua laki-laki bisa begitu saja terbuka, namun benar-benar ada tipe suami yang memang pendiam dan pemalu.
        Berikut tips yang bisa digunakan oleh istri untuk mengambil hati suaminya yang pendiam dan pemalu yang menurut hasil penelitan telah terbukti banyak memberi faedah bagi istri untuk bisa hidup berbahagia bersama suaminya.

 1.  Jadilah Istri Yang Menghormati Suami
       Bila istri menghormati suaminya, maka dengan mudahnya suami pun akan menghormatinya. Namun, bila istri tidak bisa menghormati suaminya maka selamanya ia akan menderita disisi suaminya. Mengapa? Apakah memang sikap saling menghormati merupakan kebutuhan asasi bagi suami yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sehingga mereka mewajibkannya atas istri?
      Banyak istri yang bila telah melahirkan anak suaminya beranggapan bahwa ia akan terus damai disisi suaminya. Ia menyangka akan senantiasa bahagia disisi suaminya hanya dengan telah lahirnya anak suaminya. Akibat dari sangkaan dan duga-duga ini akhirnya banyak istri yang lupa atau tidak lagi memandang perlu sikap hormat kepada suaminya. Ia banyak merendahkan suaminya dan menyepelekannya.
Ketahuilah, istri yang menghormati suaminya ialah istri-istri penduduk surga. Tidaklah Anda ingin meneladani mereka? Rasulullah shalallahu alaihi wassalam pernah bersabda:
 “Maukah aku kabarkan kepada kalian para istri kalian di surga? Wanita yang penyayang, sangat subur, dan suka kembali berbuat baik yang apabila berbuat aniaya ia akan mengatakan, ‘ Ini tanganku ada diatas tanganmu, aku tidak bisa sekejap pun memejamkan mata sehingga engkau ridho kepadaku”1
Bukankah meminta maaf merupakan bentuk penghormatan yang tinggi? Bukankah mengulurkan tangan mengharapkan maaf suami merupakan sikap hormat istri kepadanya?  Maka, bila Anda ingin menghormati suami, jadilah istri yang sabar atas kekhilafannya. Jadilah istri yang tidak pernah menentang suami saat ia marah. Jadilah istri yang menghargai dan menghormati cemburu suami. Jadilah istri yang bisa menjaga suami. Jadilah istri yang tidak enggan meminta maaf. Enggan meminta maaf suami adalah bukti kesombongan istri. Tunjukkan rasa hormat dan perhatian Anda kepada suami dihadapan orang lain, baik saat ia bersamamu maupun saat ia tidak hadir disisimu. Dengan begitu, Anda telah menghormatinya dan insya Allah Anda akan senantiasa bahagia disisinya. Perkataan yang mudah terucap dan mudah menghancurkan rumah tangga ialah, “ Aku tidak akan menghormatimu lagi”.

 2. Jadilah Istri Yang Bertanggung Jawab
       Banyak istri mengeluhkan perihal suaminya yang tidak bertanggung jawab. Sementara banyak pula suami yang menganggap istrinya tidak bertanggung jawab. Dalam masalah ini, penting sekali kita menilik kisah Asma’, putri Abu Bakar ash Shidiq. Ia adalah istri yang ikut memikul tanggung jawab dirumah suaminya secara sempurna. Bahkan ia tetap menjaga dan menghormati perasaan serta kecemburuan suaminya. Suaminya ialah Zubair, seorang sahabat yang fakir. Asma’ pun tahu bahwa suaminya sangat membutuhkan kesiapannya untuk ikut memikul tanggung jawab keluarga bersamanya. Ia biasa mengurusi makanan kuda Zubair, menjahit tempat airnya, menumbuk gandum, mengusung biji-bijian dari kebun dan lain-lainnya. Namun begitu, ia sangat menyadari bahwa keadaanya tidak boleh mengurangi rasa hormatnya kepada suaminya. Ia tetap menjaga perasaan suaminya dan kecemburuannya. Ia lebih memilih mengusung biji-bijian diatas pundaknya dengan berjalan kaki daripada naik untuk padahal ada kaum laki-laki bersamanya. Hal itu hanya demi menghargai kecemburuan suaminya. Sehingga dihadapan istri yang sangat menghargai dan bertanggung jawab inilah sosok seorang suami pun luluh hatinya sehingga ia berkata, “ Demi Allah, pengorbananmu untuk membawa biji-bijian itu jauh lebih berat bagiku daripada dudukmu diatas unta Rasulullah shalallahu aalaihi wassalam”.Memang , Asma’ lebih mendahulukan kecemburuan suaminya sehingga tidak menerima tawaran Rasulullah Shalallahualaihi wassalam untuk naik di unta beliau saat mengusung biji-bijian.

 3. Jadilah Istri Yang Terbuka dan Menghargai Perasaan
       Ketenteraman perasaan dipengaruhi oleh terungkapnya isi hati pasutri. Ungkapan isi hati tentang rasa cinta kasih istri terhadap suami merupakan factor utama untuk mewujudkan kebahagiaan rumah tangga. Para suami sangat membutuhkan hal itu, sebagaimana istripun membutuhkannya. Bahkan Rasulullah Shalallahu aalaihi wassalam membolehkan istri berdusta dalam pengungkapan rasa cinta dan kasihnya terhadap suaminya demi terwujudnya kehangatan hubungan berumah tangga dan demi terpeliharanya ikatan pernikahan.2  Lalu,mengapa pasutri tidak melakukannya? Mengapa para istri tidak mengutarakan isi hatinya kepada suaminya tentang sesuatu yang bisa membahagiakan kehidupan rumah tangganya?

4. Percayalah Kepada Suamimu
        Rasa cemburu merupakan bukti yang sangat kuat akan besarnya cinta dan kasih istri kepada suaminya. Sehingga rasa cemburu terkadang dibutuhkan untuk mengungkapkan isi hati istri kepada suaminya bahwa ia mencintai dan mengasihinya. Bahkan, sifat pencemburu merupakan hal yang lazim bagi wanita. Namun cemburu ada dua, sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam:
“ Ada diantara sifat cemburu ada yang dicintai dan ada pula yang dibenci oleh Allah. Adapun cemburu yang dicintai Allah adalah cemburu dalam keragu-raguan, sedangkan cemburu yang dibenci oleh Allah ialah cemburu tidak dalam keragu-raguan”3
        Cemburu tidak boleh menghilangkan kepercayaan istri kepada suaminya dengan memastikan bahwa suaminya telah salah dan menyeleweng, misalnya si istri mengatakan: “ Mengapa kamu telat pulang?” atau “ Darimana saja tadi kamu pergi?” atau “ Berapa banyak wanita yang bekerja ditempat kerjamu?” Semua perkataan ini dan yang senada ialah cemburu yang tidak baik sebab didasari penetapan bahwa suaminya telah salah dan menyeleweng, bukan dibangun diatas kepercayaan atau sekadar duga-duga dan rasa ragu yang akan hilang dengan penjelasan dari suami.
  
5. Jadilah Istri Yang Berakhlak Terpuji
        Seorang suami yang shahih akan merasa bahagia dan terpenuhi kebutuhan asasinya bila beristrikan seorang wanita yang baik akhlaknya. Wanita yang buruk ialah wanita yang perkataannya selalu bermakna ancaman, ucapan dan suaranya kasar, tidak mau tahu kebaikan orang lain atasnya, dan suka mencari-cari keburukan orang lain. Selain itu, ia juga tidak mengasihi suami, sedikit rasa malunya, suka mencela, pemarah, rumahnya kotor, suka menunjuk dengan tangan dan jarinya, biasa berdusta, dan selalu meneteskan air mata buaya. Istri yang berakhlak terpuji tidak memiliki sifat-sifat tersebut. Bahkan, disaat ia sedang cemburu sekalipun, ia hanya akan menyebut kebaikan suami yang tidak bisa tidak harus membuatnya cemburu.Semoga dengan 5 hal in Anda, para istri , akan berbahagia bersama suami Anda. Wallahul Muwaffiq.

Catatan kaki:
  1. Hadits Hasan, lihat Shahihul Jami’ 2604 oleh Syaikh al-Albani [↩]
  2. lihat dalam Shahih Muslim, Bab Dusta yang di Perbolehkan hadits no.1810 dan Bukhari no.2692 bunyi haditsnya adalah : “Saya tidak pernah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam memberi kelonggaran berdusta kecuali dalam 3 hal: [1] Orang yang berbicara dengan maksud hendak mendamaikan, [2] orang yang berbicara bohong dalam peperangan dan [3] suami yang berbicara dengan istrinya serta istri yang berbicara dengan suaminya mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau keharmonisan rumah tangga [↩]
  3. Hadits Hasan, riwayat Abu Dawud 2661 dan Nasai 2570, lihat Shahihul Jami’ 2221 oleh Syaikh al-Albani [↩]
(sumber: majalah al-mawwaddah, Edisi I Tahun ke-3,Sya’ban 1430H/2009,Rubrik: Taman Pasutri, oleh: Ustadz Abu Amar al-Ghoyami hal:29-30 dalam http://muslimahzone.com)

Tuesday, 8 November 2011

The Secret Of Becoming Young Entrepreneur



Generasi muda adalah merupakan asset terbesar bagi suatu bangsa. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang mudah-mudahan nantinya mampu menggantikan para pendahulu mereka. Masa depan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas fisik, mental, emosional, dan spiritual generasi mudanya. Keseimbangan antara keempat aspek ini sangat diperlukan, tidak hanya per-individu tetapi juga secara kolektif.
 
Remaja di dalam suatu negara memiliki posisi yang sangat penting yaitu ikut menentukan kelangsungan bangsa. Remaja sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat di andalkan sebagai kader bangsa yang berkualitas tinggi. Namun dalam Tap. MPR No. IV/MPR/1999 tercantum bahwa telah terjadi penurunan peranan dan kualitas diri di kalangan generasi muda. Kreativitas, kemauan, dan kemampuan mengembangkan pemikiran dan melakukan kegiatan eksploratif, melakukan aksi sosial untuk berani. generasi muda mengalami hambatan sehingga pada akhirnya menghambat proses kaderisasi bangsa. Oleh karena itu harus dikembangkan iklim yang kondusif bagi generasi muda dalam mengaktualisasikan segenap potensi, bakat, dan minat dengan memberikan kesempatan dan kebebasan mengorganisasikan dirinya secara bebas dan merdeka sebagai wahan pendewasaan untuk menjadi pemimpin bangsa yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, patriotis, demokratis, mandiri, dan tanggap terhadap aspirasi rakyat.
 
Generasi muda harus memiliki dua hal. Yaitu keterampilan memacu dirinya dan kemampuan mengendalikan dirinya. Kuncinya orang sukses itu tergantung bagaimana dia mengatur waktu, mau sukses, mau gagal sama waktunya. Yang naik kelas dan yang tidak naik kelas, yang perusahannya maju dan yang bangkrut sama waktunya 24 jam sehari, maka ingin sukses kuncinya di waktu, rahasianya waktu sama isi, beda itu kuncinya dan orang yang beruntung itu, selalu lebih baik, maka orang yang ingin sukses tidak akan pernah merelakan waktu berlalu sia-sia.

Tujuan dari pelatihan ini adalah peserta dapat memahami bagaimana cara menemukan dan mengembangkan potensi diri, peserta mempunyai pemahaman dan pengetahuan mengenai kewirausahaan dan paham bagaimana membangun serta meningkatkan kompetensi kewirausahaan yang dimiliki, membangun motivasi dan kesadaran untuk merubah diri dari konsep ketergantungan menuju kemandirian, peserta dapat memahami bagaimana memulai dan mengelola usaha yang menguntungkan, dan peserta dapat mengetahui berbagai alternatif sektor usaha yang mungkin bisa dikembangkan.

Manfaat yang dirasakan setelah pelatihan ini adalah berkembangnya potensi yang dimiliki menuju kemandirian hidup, terbukanya pemahaman akan kewirausahaan, pemahaman prinsip - prinsip kewirausahaan yang mengundang barokah, dimilikinya pengetahuan praktis / terapan dalam memulai, menjalankan dan mengelola kegiatan usaha.

MATERI PELATIHAN
1. Pembekalan Spiritual dan Akhlaq
ï‚§ Bimbingan Spiritual
ï‚§ Evaluasi Diri ( Muhasabah )
ï‚§ Sekolah Rendah Hati
ï‚§ Hidup Dengan Rendah Hati

2. Motivasi dan Wawasan Kewirausahaan
ï‚§ Unlocking Potential Power
ï‚§ Membangun Jiwa Entrepreneurship
ï‚§ Time Management


3. Goal Setting
4. Kunjungan ke Pusat perbelanjaan
 5. Outbound

Saturday, 5 November 2011

Entreprenuer Motivation




Sungguh setiap saat dan dimanapun seseorang berada, terdapat peluang bisnis yang bisa menghantarkan pada jenjang kesejahteraan yang lebih tinggi. Namun ternyata tidak banyak orang yang menyadari dan bermaksud untuk memanfaatkan serta merealisasikan peluang tersebut, hal itu tidak terlepas dari paradigma dan mental yang tertanam pada pribadi seseorang. Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi untuk sukses.

Untuk memulai bisnis dibutuhkan karakter kuat dan ilmu bisnis yang didukung oleh kecerdasan analisis Sumber Daya Finansial. Seorang yang memutuskan untuk terjun dalam dunia bisinis harus siap dengan kehidupan yang serba dinamis dan resiko. Adapun tantangan nyata yang banyak membuat seseorang gagal dalam bisnisnya yaitu masalah mental dan manajemen bisnis. Analisis bisnis yang salah banyak menimbulkan salah dalam membuat keputusan, yang berujung pada kerugian dan kebangkrutan perusahaan.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membangun dan mengembangkan kesadaran berwirausaha, membangun motivasi dan kesadaran untuk merubah diri dari konsep ketergantungan menuju kemandirian, membangun sensitivitas masalah sosial ekonomi dan kemasyarakatan untuk dapat mencari berbagai solusi yang inovatif dan mudah dilaksanakan, membangun pemahaman dan kesadaran akan pentingnya kejujuran bisnis yang dapat mengundang barokah dan keuntungan berlimpah, dan membangun jaringan bisnis/networking.

Manfaat yang dirasa setelah pelatihan ini adalah terbukanya pemahaman akan kewirausahaan dan kesadaran untuk merubah diri dari konsep ketergantungan menuju kemandirian, memahami prinsip - prinsip kewirausahaan yang mengundang barokah, memiliki pengetahuan praktis / terapan dalam memulai, menjalankan dan mengelola kegiatan usaha, memiliki jaringan bisnis yang lebih luas.

MATERI
1. Indahnya Hidup Bening Hati
2. Membangun Jiwa Entrepreneurship
3. Maximize Potential Tallent
4. Networking & Manajemen Resiko
5. Kecerdasan Finansial dan Bebas Finansial
6. Dialog " Kisah dan Kiat Sukses Berwirausaha "
7. Dialog Kemitraan Bisnis
8. Strategi Marketing